Pengertian plagiarism dan macam macam plagiarism
1. Lester
Menurut lester, plagiarisme adalah mengemukakan kata-kata atau pendapat orang lain sebagai kepunyaan kita sendiri.
2. Silverman
Silverman berpendapat plagiarisme atau plagiasi adalah menulisfakta, kutipan, atau pendapat yang didapat dari orang lain ataubuku, makalah, televisi, atau
tape tanpa menyebutkan sumbernya.
3. Lindsey
Buku bebas plagiarism harus ditegakkan karena menurutLindsey, plagiat adalah tindakan menjiplak ide, gagasan, ataukarya orang lain untuk diakui sebagai karya sendiri ataumenggunakan karya orang lain tanpa menyebut sumbernya.
4. Suyanto dan Jihad
Plagiarisme yang harusnya tidak dilakukan pada buku bebasplagiarism menurut Suyanto dan Jihad adalah mencuri gagasan, kata-kata, kalimat, atau hasil penelitian orang lain dan menyajikan seolah-olah sebagai karya sendiri.
5. Brotowidjoyo
Agar aspek buku bebas plagiarisme terpenuhi, maka harusmenghindari plagiarism. Menurut Brotowidjoyo, plagiarismemerupakan pembajakan berupa fakta, penjelasan ungkapan dan kalimat orang lain secara tidak sah.
6. Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010
“Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalammemperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuksuatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruhkarya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karyailmiahnya, tanpa menyertakan sumber secara tepat dan memadai”.
Dapat disimpulkan bahwa Plagiarisme adalah tindak pencurian, penjiplakan, dan pemalsuan karya milik seseorang tampa mencantumkan adalnya. Hal ini bisa terjadi dalam bentuk apapun, baik dalam bentuktulisan, gambar, video, musik bahkan gagasan sekalipun. Setiaporang secara sadar maupun tidak sadar bisa menjadi seorangplagiator. Misalnya contoh paling sederhana dalam tindakanplagiarism adalah mengutip kalimat atau gagasan seseorangtanpa mencantumkan sumbernya.
Selain merugikan orang lain sebenarnya plagiarism juga merugikan diri sendiri. Dengan seringnya melakukan tindakanplagiarisme, orang tersebut cenderung mematikan kreatifitasyang dimilikinya karena sudah terlalu sering mencontek milikorang lain, tidak memiliki cirri khas dalam karyanya dan hilangnya rasa percaya diri dengan karya yang dibuatnya.
Tipe-tipe Plagiarisme
Dikutip dari lib.ugm.ac.id menurut Soelistya (2011) ada beberapa jenis plagiarisme yaitu:
1. Plagiarisme Kata (Word for word Plagiarism)
Penulis menggunakan kata-kata penulis lain (persis) tanpamenyebutkan sumbernya.
Tipe ini sama dengan istilah
slavish copy, yakni mengutip karya orang lain secara kata demi kata tanpa menyebut sumbernya. Dianggap plagiasi karena skalapengutipannya sangat substansial sehingga seluruh ide ataugagasan penulisnya benar-benar diambil dan biasanya banyakdilakukan pada karya tulis yang seharusnya tidak ada di bukubebas plagiarisme.
2. Plagiarisme Sumber (Plagiarism of Source)
Pada buku bebas plagiarisme harus bebas dari unssur plagiatsumber karena tipe ini biasanya memiliki kesalahan fatal karenatidak menyebutkan secara lengkap referensi yang dirujuk dalamkutipannya.Jika memang ingin membuat buku bebasplagiarisme, maka nama penulis harus disertakan di dalam bukutersebut sebagai sikap Fair dan tidak merugikan kepentinganpenulis serta kontributor lainnya.
3. Plagiarisme Kepengarangan (Plagiarism of Authorship)
Di dalam buku bebas plagiarisme harus terhindar dari plagiatkepengarangan karena hal ini merugikan penulis asli. Tindakan plagiat kepengarangan terjadi atas kesadaran dan motif kesengajaan untuk membohongi publik. Misalnya menggantisampul buku atau sampul karya tulis dengan sampul atasnamanya tanpa izin.
4. Self Plagiarism
Termasuk dalam tipe ini adalah penulis mempublikasikan satuartikel pada lebih dari satu redaksi publikasi. Dan mendaurulang karya tulis/ karya ilmiah. Yang penting dalam self plagiarism adalah bahwa ketika mengambil karya sendiri, makaciptaan karya baru yang dihasilkan harus memiliki perubahanyang berarti. Artinya Karya lama merupakan bagian kecil darikarya baru yang dihasilkan. Sehingga pembaca akanmemperoleh hal baru, yang benar-benar penulis tuangkan pada karya tulis yang menggunakan karya lama
5. Plagiat Ide (Plagiarsm of Ideas)
Tipe plagiat ini relatif sulit dibuktikan karena ide ataugagasannya biasanya bersifat abstrak dan kemungkinanmemiliki persamaan ide dengan orang lain. Ada kemungkinanterjadi, biasanya ada dua ide yang sama pada dua orang penciptayang berbeda.
Karena arti plagiat itu lekat dengan pencurian, sebaiknya kitatidak melakukannya, Apalagi dalam penulisan karya ilmiah, plagiat adalah tindakan pencurian yang harus kita hindari. Terlebih untuk kita kalangan mahasiswa. Perilaku ini sangat akan disayangkan. Untuk dapat menghindari plagiarisme, kitabisa melakukan;
1. Mengutip
Kita dapat mengutip ketika mengambil perkataan atau kalimatdari buku, artikel, maupun karya tulis yang lain. Kata-kata ataukalimat tersebut kita tulis ulang sama persis dengan mengacupada pedoman tata cara penulisan karya ilmiah. Namun kitamemberikan kutipan terhadap kalimat yang kita ambil
2. Membahasakan Kembali
Parafrasa atau membahasakan kembali juga bisa menjadi salah satu cara kita menghindari plagiarisme. Saat memparafrasakan, kita menguraikan atau mengungkapkan kembali suatu tulisan dalam susunan kata yang berbeda tanpa mengubah pengertianatau makna aslinya.
3. Meringkas
Menulis ulang satu halaman tulisan menjadi satu paragrafmemang membutuhkan latihan. Akan tetapi, meringkas dapatmenghindarkan kita dari melakukan plagiarisme. Still, don't forget to mention the original source alias tetap jangan lupakanuntuk mencantumkan asal muasalnya.
Sekarang, kita sudah tahu lebih banyak tentang pengertian dan macam macam plagiarisme Ada baiknya mulai sedari sekarangkita berlatih menjauhi plagiarism dengan membuat karya atauapapun itu, tanpa mencuri milik orang lain!
Komentar
Posting Komentar